Perkuat Hubungan Kemanusiaan, RI dan Pakistan Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bersama

Jakarta, IndonesiPublik.id– Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad berkolaborasi dengan Palang Merah Pakistan (PRCS) sukses menyelenggarakan pelatihan dasar pertolongan pertama dan tanggapan darurat pada 9 hingga 10 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata penguatan kemitraan kemanusiaan antara kedua negara sekaligus menegaskan peran Indonesia dalam memajukan solidaritas ASEAN di Pakistan.

Pelatihan Tanggap Darurat KBRI Islamabad dan Palang Merah Pakistan 2026
Suasana pelatihan tanggap darurat dan pertolongan pertama yang digelar KBRI Islamabad bersama Palang Merah Pakistan, dihadiri perwakilan ASEAN serta warga Indonesia di Pakistan, 9–10 Juli 2026.

Bertempat di bawah kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua Komite ASEAN di Islamabad (ACI), program dua hari ini dihadiri oleh Duta Besar RI, perwakilan negara anggota ASEAN yang berakreditasi di Pakistan, komunitas warga negara Indonesia, serta mahasiswa asal Indonesia.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh instruktur PRCS, Abdullah Wajid, yang membekali para peserta dengan keterampilan praktis mulai dari penilaian lokasi kejadian darurat, pelaksanaan RJP/CPR, penanganan luka, patah tulang, luka bakar, kasus tersedak, penanganan gangguan jantung, hingga teknik evakuasi korban dan triase medis.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Konselor KBRI Islamabad Ferry J. Murdiansyah, Duta Besar RI Letjen TNI (Purn) Chandra W. Sukotjo, M.Sc. menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana atau keadaan darurat adalah tanggung jawab bersama.

“Melalui pelatihan ini, Indonesia bersama ASEAN dan Pakistan ingin memperkokoh kerja sama kemanusiaan, sekaligus membekali setiap individu dengan kemampuan nyata untuk menolong sesama saat dibutuhkan. Kapasitas tanggap darurat bukan sekadar keahlian teknis, melainkan kunci untuk menyelamatkan nyawa dan memberikan perlindungan tanpa penundaan,” ujar Dubes Chandra.

Kegiatan ini menjadi rangkaian lanjutan dari aksi donor darah yang digelar sebelumnya pada 8 Juli 2026, yang juga diselenggarakan di bawah arahan kepemimpinan Indonesia di ACI. Kedua program ini menunjukkan komitmen nyata Indonesia dalam menjalankan diplomasi kemanusiaan yang berbasis aksi nyata dan hasil yang terukur.

Pihak PRCS melalui tim pelatihnya menyambut baik kolaborasi ini dan berjanji untuk terus memperkuat kerja sama dengan KBRI Islamabad serta perwakilan ASEAN lainnya. Menurut mereka, ketahanan suatu masyarakat dimulai dari kemampuan setiap orang untuk bertindak cepat dan tepat saat keadaan darurat terjadi.

Lewat inisiatif ini, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai Ketua ACI yang berupaya menghadirkan kehadiran ASEAN yang lebih tangguh, inklusif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat di Pakistan. Pelatihan ini pun diharapkan menjadi fondasi yang lebih kokoh bagi persahabatan serta kerja sama jangka panjang antara Indonesia, ASEAN, dan Pakistan di bidang kemanusiaan.

Red Git)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *