Bogor, IndonesiaPublik.id– Langkah nyata menekan risiko komplikasi pada penderita Diabetes Melitus (DM) terus digalakkan melalui pendekatan langsung ke masyarakat.
Poltekkes Kemenkes Bandung Kampus Bogor menjalankan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Ciomas Rahayu, Kabupaten Bogor, dengan fokus utama pencegahan dini gangguan saraf atau neuropati diabetik.
Kegiatan yang berlangsung sejak April hingga September 2026 ini melibatkan langsung kader kesehatan serta penderita DM tipe II di lingkungan setempat. Salah satu program unggulannya adalah pengenalan dan penerapan senam kaki secara rutin sebagai upaya menjaga kesehatan pembuluh darah dan saraf pada kaki penderita diabetes.
Sebelum turun ke lapangan, sebanyak 20 kader kesehatan di lingkungan RW 07 mengikuti pelatihan khusus pada 4–11 Juni 2026. Mereka dibekali pemahaman lengkap mengenai penyakit diabetes, bahaya komplikasi yang bisa muncul, serta tata cara senam kaki yang tepat untuk didampingkan kepada pasien.
Setelah siap, para kader kemudian mendampingi 20 orang penderita DM tipe II melakukan senam kaki secara bertahap, mulai 16 Juli hingga 23 Agustus 2026. Pendampingan ini bertujuan agar kebiasaan sehat tersebut dapat terus dilakukan mandiri di rumah masing-masing.
Tim pelaksana dari Poltekkes Kemenkes Bandung terdiri dari Ida Farida, APPd., M.Kes., Camalia Suhertini Sahat, S.Kep., M.Kep.Sp.KMB., dan Siti Nurhalimah, APPd., MPH. Mahasiswa keperawatan juga turut mendampingi sejak tahap persiapan, pelaksanaan hingga pemantauan.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan skor neuropati diabetik pada pasien setelah rutin melakukan senam kaki selama satu bulan. Hal ini membuktikan bahwa gerakan sederhana yang dilakukan secara teratur dapat memberi dampak positif bagi kesehatan penderita diabetes.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana hasil penelitian diterapkan langsung untuk manfaat masyarakat. Pada September 2026, dilakukan pemantauan dan penilaian akhir yang melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa.
Dengan kader yang telah terlatih, program ini diharapkan dapat terus berjalan meski kegiatan resmi selesai. Poltekkes Kemenkes Bandung berharap kesadaran merawat kaki secara rutin semakin tumbuh di masyarakat, sehingga kualitas hidup penderita DM di Desa Ciomas Rahayu dapat terjaga dengan baik.
Red Mal)***












