Bogor,l IndonesiPublik.id– Ratusan santri baru Pondok Pesantren Ma’had Darulhusna, Ciampaea, Kabupaten Bogor, mengikuti Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi para santri untuk mengenal kehidupan pesantren sekaligus membentuk karakter Islami, kedisiplinan, serta semangat menuntut ilmu.
MOSBA tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan lingkungan pondok, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang menyeluruh. Para santri dibimbing agar mampu beradaptasi dengan kehidupan pesantren melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai-nilai keislaman, tanggung jawab, serta kemandirian.
Pada hari-hari pertama, santri menjalani proses adaptasi di asrama, mulai dari penataan kamar, pengenalan tata tertib, bertemu wali asuh, hingga berkenalan dengan seluruh ustaz dan ustazah.
Mereka juga mulai mengikuti rutinitas harian khas pesantren seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, qiyamul lail, serta pembiasaan hidup disiplin.
Memasuki rangkaian kegiatan berikutnya, panitia menggelar upacara pembukaan, tur lingkungan pondok, tes kemampuan membaca Al-Qur’an, halaqah, hingga pengenalan berbagai program unggulan Ma’had Darulhusna.
Santri juga diperkenalkan dengan profil pesantren, profil sekolah, Badan Rumah Tangga (BRT), serta program takhassus yang meliputi Tahfidz, Kitab, Bahasa, dan Amsilati sebagai ciri khas pendidikan di pesantren tersebut.
Dalam aspek pembinaan akademik dan karakter, peserta memperoleh berbagai materi penting, seperti asesmen literasi dan numerasi, pemetaan bakat serta minat, identifikasi kondisi sosial-emosional, edukasi bahaya penyalahgunaan NAPZA, motivasi menjadi santri berprestasi, pembelajaran tajwid, sejarah Islam, hingga penguatan nilai-nilai Panca Jiwa Pondok sebagai landasan kehidupan santri.
Agar suasana belajar lebih menarik, kegiatan dipadukan dengan ice breaking, pemberian mufradat bahasa Arab, serta halaqah interaktif yang mendorong semangat belajar para peserta.
Sebagai bagian dari pendidikan karakter, panitia juga mengadakan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, santri mengikuti berbagai aktivitas kreatif seperti penampilan yel-yel antarkelompok, panggung unjuk bakat, nonton bareng film Islami, serta pembinaan adab dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Seluruh rangkaian kegiatan tetap dilandasi nilai-nilai spiritual melalui pelaksanaan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, tahajud, maulid, tawassul, dan pembiasaan ibadah harian yang menjadi budaya di Ma’had Darulhusna.
Sebagai penutup,
MOSBA diakhiri dengan kegiatan penjelajahan (outing activity). Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kerja sama, kekompakan, serta daya juang para santri baru.
Seluruh aktivitas berlangsung di bawah bimbingan panitia, ustaz, ustazah, dan wali asuh dengan mengedepankan nilai edukatif, spiritual, serta kekeluargaan.
Pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Darulhusna, Assoc. Prof. Dr. Pahrurroji M. Bukhori, S.H.I., S.S., M.A., M.Ud, berharap seluruh santri baru mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kehidupan pesantren, memiliki semangat menghafal Al-Qur’an, mencintai ilmu pengetahuan, berakhlakul karimah, dan mengikuti seluruh proses pendidikan secara optimal.
Mengusung semangat “Belajar, Beribadah, Berakhlak, dan Berkarya”, Pondok Pesantren Ma’had Darulhusna terus berkomitmen mencetak generasi muslim yang unggul dalam keilmuan, kokoh dalam keimanan, mulia dalam akhlak, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.(Gus)***

